CHAPTER 11: APOCALYPSE, TRISHULA, AND CHRONOS
Seorang anak perempuan berambut coklat panjang dan betubuh kecil sedang berjalan di belakang Hanabiri Gakuen sampai seorang anak laki-laki berjalan mendekatinya.
“K-Kaede-san!” ucap lelaki tersebut, anak perempuan bernama Kaede itu menoleh ke arah anak laki-laki yang memanggilnya.
“oh! Akito-kun ada apa?” Tanya Kaede sambil tersenyum, anak laki-laki bernama Akito itu wajahnya memerah.
“m-maukah kau menjadi pacar ku?” Tanya Akito, Kaede terdiam dan melihat ke arah Akito.
“maaf Akito-kun sudah ada orang yang ku suka…” ucap Kaede sambil tersenyum lemas.
“t-tapi siapa?!”
“emmm untuk itu… ra-ha-si-a” ucap Kaede yang berlari setelah meminta maaf kepada anak laki-laki bernama Akito, seorang anak laki-laki berambut pirang dan bermata biru laut memandang kejadian itu dari jauh.
“Nara-kun! Maria senpai memanggil mu! katanya sebentar lagi akan ada rapat OSIS!” teriak anak laki-laki lain yang memanggil anak laki-laki berambut pirang bernama Nara itu, Nara mengangguk dan berjalan ke arah anak yang memanggilnya sambil melihat ke arah Kaede sekali lagi.
***
Daichi dan Riku sedang berbicara ketika Natsume memasuki kelas, Daichi melihat ke arah Natsume yang di penuhi oleh perban.
“oi apa yang terjadi kepada mu?” Tanya Daichi yang terlihat khawatir.
“tidak apa-apa sedikit luka saja, aku sedang sial akhir-akhir ini” ucap Natsume seraya duduk di barisan kanan paling belakang di sebelah jendela, Riku berjalan mendekati Natsume.
“kau yakin tidak apa-apa Natsume-kun? Kau terlihat sibuk akhir-akhir ini… dan sepertinya itu bukan luka yang kau dapatkan karena terjatuh maupun kecelakaan bukan?” Tanya Riku yang melihat ke arah perban di sekujur tubuh Natsume, Natsume menatap Riku dan tersenyum.
“sudah ku katakan tidak apa-apa kan? Tidak usah khawatir besok juga sudah hilang, aku kan tidak selemah Daichi!” ucap Natsume seraya memutar lengannya.
“oi!! Apa maksud mu dengan mengatakan bahwa aku lemah!! Bukannya kamu lebih lemah dari ku?!!” Tanya Daichi, Riku dan Natsume hanya tertawa, sementara Daichi kebingungan.
“oh iya Natsume-kun” ucap Riku yang melihat Natsume meminum teh yang di bawahnya.
“ada apa?” Tanya Natsume.
“kau sudah dengar? Bahwa katanya ada murid baru di kelas kita?”
“oh ya? Ku harap dia perempuan yang manis” ucap Natsume seraya meneguk, Riku menggelengkan kepalanya.
“dia anak laki-laki Natsume… dan katanya dia kembaran ketua OSIS loh!” ucap Riku sambil tersenyum, seketika juga Natsume memuncratkan teh yang di minumnya, kemudian Dave memasuki kelas di ikuti oleh anak laki-laki berambut perak panjang, terdengar bisikan anak perempuan di seluruh kelas tersebut, anak laki-laki itu menulis namanya di papan tulis.
“perkenalkan nama ku Siegfred Frederick salam kenal” ucap Siegfred sambil tersenyum, Natsume memukul mejanya dan berdiri.
“o-oi!! Apa yang kau lakukan di sini?!!” teriak Natsume sambil menunjuk Siegfred, Siegfred menoleh ke arah Natsume.
“anda siapa ya?” Tanya Siegfred yang tersenyum, Natsume terlihat kesal.
“jangan main-main!! Kau mau ku hajar lagi!!” teriak Natsume, kemudian terdengar teriakan histeris dari anak-anak perempuan di kelas.
“hah? Di hajar? Tidak salah memangnya siapa yang babak belur kemarin?” Tanya Siegfred yang mulai terlihat urat di kepalanya, kemudian Dave menghantam meja gurunya dengan kencang, Siegfred dan Natsume terdiam menatap Dave.
“bisakah kalian diam?” ucap Dave dengan nada yang di tekan dan melotot ke arah Siegfred dan Natsume.
“a-aye sir” ucap Siegfred dan Natsume berbarengan dengan nada ketakutan, setelah itu keduanya duduk di kursi masing-masing dan mengikuti pelajaran yang di berikan Dave, bel istirahat berbunyi, Siegfred berjalan ke arah Riku dan tersenyum.
“ketua kelas mau kah kau berbaik hati menemani ku keliling sekolah?” Tanya Siegfred, kemudian Natsume berdiri dan meninggalkan kelas, Riku yang melihat Natsume pergi kebingungan.
“hmm?” Tanya Siegfred sekali lagi, Daichi menepuk punggung Riku dan mengangguk.
“baiklah” ucap Riku sambil tersenyum dan pergi meninggalkan kelas bersama Siegfred, Daichi menatap keduanya pergi dan melihat ke arah meja Natsume.
“haah tak kusangka orang itu tiba-tiba pindah ke kelas ini terang saja Natsume marah…” ucap Daichi sambil memperlihatkan senyumannya yang terlihat mencurigakan.
***
Sementara itu di tempat lain, di ruang kelas dua, seorang anak laki-laki berambut coklat dan bermata merah kecoklatan berdiri dari meja di kelasnya, dia berjalan ke arah pintu kelas sampai Kaede berlari mengejarnya.
“N-Nac-kun? Maukah kau makan siang bersama ku? A-aku menyiapkan bekal untuk kita berdua” ucap Kaede dengan muka memerah, Nac menatap Kaede dengan tatapan dingin, anak-anak lain di kelas itu menatap Nac dengan tatapan kebencian.
“mapain sih si Kaede Hoshino yang merupakan model itu harus mendekati anak laki-laki penyakitan seperti Nac Merfield?”
“tahu apa untungnya sih? Memangnya dia punya kelebihan apa?” bisik anak-anak di kelas tersebut, Nac melototi semua anak-anak di kelas itu, kemudian Nac menatap Kaede.
“tidak usah… kau hanya mengganggu ku saja, lagipula kau terlalu banyak menarik perhatian… aku tidak begitu suka menjadi pusat perhatian…” ucap Nac yang berjalan meninggalkan Kaede, tiba-tiba Nac memegang dadanya dan terbatuk-batuk, setelah itu Nac terjatuh dan pingsan.
“Nac-kun!!” teriak Kaede yang berjalan ke arah Nac, tetapi Nara tiba-tiba datang dan menghalangi Kaede.
“biar aku yang membawanya ke bagian kesehatan, kau tidak perlu repot-repot membawanya” ucap Nara sambil tersenyum.
“ah itu si pangeran… sepertinya Kaede lebih cocok dengannya di banding si penyakitan itu…” lanjut bisikan anak-anak itu, Nara melihat ke arah anak-anak tersebut kemudian tersenyum dan menoleh ke arah Kaede.
“repot yah di jadikan bahan gossip?” Tanya Nara yang tersenyum, Kaede hanya mengangguk.
“b-bolehkah aku ikut Nara-san?”
“lebih baik jangan dia butuh istirahat lagipula dia belum meminum obatnya” ucap Nara yang menggendong Nac dan membawanya ke arah bagian kesehatan, Kaede hanya bisa melihat Nara yang membawa Nac, Nac membuka matanya dan melihat wajah Nara.
“oi turunkan aku… aku tidak perlu di gendong dengan mu…” ucap Nac, Nara tersenyum seraya melepaskan tangannya dan menjatuhkan Nac.
“agh!! Sakit tahu kau tidak perlu menjatuhkan ku kan?!!” teriak Nac yang berdiri.
“kan tadi kau yang minta di turunkan” ucap Nara yang tersenyum.
“oh iya Nac-kun sudah kau pertimbangkan ajakan ku?” Tanya Nara.
“haah? Ajakan ke assosiasi tidak jelas itu? Dengar Nara aku tidak percaya dengan hal-hal seperti itu… seperti sesuatu bernama Nocturnal, Embody, maupun Overlord” ucap Nac yang berjalan meninggalkan Nara.
“tapi kau akan percaya Nac… aku tahu itu… karena kalau tidak maka kau tidak cocok menjadi rival ku”
“rival? Kau sendiri kan yang menyebut diri mu rival ku kan? Aku tidak pernah menganggap mu sebagai rival atau semacamnya” ucap Nac yang berjalan, Nara hanya bisa tersenyum ke arah Nac.
***
Natsume berjalan memasuki ruangan OSIS, di sana dia melihat Wilson, Maria, Eliza, dan Hirasawa, setelah itu tidak lama kemudian Siegfred memasuki ruangan tersebut, Natsume dan Siegfred tidak saling memandang melainkan langsung duduk di sofa yang ada di tengah ruangan.
“jadi ada apa tiba-tiba memanggil Maria?” Tanya Natsume, Maria melihat ke arah sekitarnya.
“hmmm Hirasawa-san apakah kau tahu keberadaan Ciel, Ace, Lilithia, dan Nara?” Tanya Maria, Hirasawa membuka bukunya dan melihat sebuah catatan yang ada di bukunya.
“Ace, Ciel, dan Lilithia berkata bahwa mereka ada urusan jadi mereka tidak bisa datang di rapat hari ini, sementara Nara, dia masih mencoba merekrut anak bernama Nac itu…” ucap Hirasawa.
“t-tunggu? Hirasawa-san juga seorang overlord?!!” teriak Natsume yang terkejut, Hirasawa menatap ke arah Natsume, kemudian dia berdiri dan menunduk di depan Natsume.
“biar ku perkenalkan diri ku sekali lagi, nama ku Hirasawa Katsuragi, seorang overlord pengguna katana, dan juga murid dari Ryou Kurokaze” ucap Hirasawa.
“hah itulah kenapa anak ini begitu bodoh, bahkan dia tidak menyadari aura yang di keluarkan oleh Hirasawa, padahal mungkin Hirasawa termasuk anggota terkuat dari Apocalypse” celetuk Siegfred.
“apa kau bilang?! Lagi pula apa yang kau lakukan di sini?!” teriak Natsume.
“aku? Sudah pasti bukan aku adalah anggota baru di Apo—“
“Siegfred, Natsume…” ucap Maria, keduanya terdiam dan kembali duduk.
“baiklah kita mulai saja rapat ini, ini mengenai pembagian kelompok juga mengenai satu hal lagi… ah yang penting pembagian kelompok terlebih dahulu… Hirasawa-san maukah kau membaca kan pembagian kelompoknya?” Hirasawa menganguk seraya membuka bukunya kembali.
“kelompok Ein adalah Maria von Dracus, Siegfred von Dracus, dan Hirasawa Katsuragi…” ucap Hirasawa, kemudian Natsume mengangkat tangannya.
“err sebenarnya untuk apa pembagian kelompok ini?” Tanya Natsume, Hirasawa membetulkan kacamatanya.
“dengan pembagian kelompok ini, di harapkan tiap kelompok dapat mengerjakan tugas yang di berikan untuk masing-masing kelompok apabila terdapat tugas yang di serahkan kepada Apocalypse, sekarang boleh ku lanjutkan?” Tanya Hirasawa, Natsume mengangguk.
“baiklah, kelompok Zwei adalah Eliza Ravenhalt, Lilithia Serenade, dan Natsume Lindwurm”
“t-tunggu kenapa anggota kelompok ku cewek semua?!!” teriak Natsume, Eliza tersenyum dan mendekati Natsume.
“bukan kah menyenangkan Natsume? Kau akan di temani oleh dua perempuan kemana pun kau pergi?” Tanya Eliza sambil tersenyum.
“keh… k-kau… tetap saja aku!!”
“uh Natsume enaknya mendapatkan harem” ucap Wilson yang sedang menatap ke arah Natsume.
“lagipula anggota team ku juga cewek semua” lanjut Siegfred.
“itu bukan harem ku!! Dan lagipula ini berbeda!! Anggota team mu ada kakak mu!!” teriak Natsume, Maria terlihat facepalm, setelah itu dia kembali memukul meja.
“sudah-sudah! Natsume-kun team mu Eliza dan Lilithia agar kau dapat menggunakan Awakened Hero dan Soul Chaser secara maksimal, karena bagaimanapun juga kedua Avalon tersebut aslinya adalah milik Eliza dan Lilithia, tanpa mereka kau tidak akan bisa menguasai Awakened Hero maupun Soul Chaser dengan mudah mengerti?” Tanya Maria, Natsume hanya menghela napas, sementara Eliza tertawa kecil.
“baiklah ku lanjutkan, tim Drei masih kurang satu orang yaitu Ace, Ciel, dan satu orang lagi yang ada kemungkinan Nara atau Wilson, sampai saat ini masih belum di tetapkan siapa yang akan masuk tim Drei, dan lagipula masih ada kemungkinan anak bernama Nac itu bergabung dengan assosiasi kita” lanjut Hirasawa, suasana menjadi hening kemudian Maria berdiri dan menatap anggota Apocalypse yang ada di depannya.
“baiklah kita lanjutkan ke topic berikutnya… kali ini kita akan mengadakan kerja sama dengan salah satu assosiasi yang juga bermakas di daerah Shibuya… nama assosiasi tersebut adalah Trishula…mengenai apa yang akan kita kerjakan bersama Trishula… itu akan ku biarkan pemimpin assosiasi tersebut yang menjelaskan… kau boleh masuk sekarang” ucap Maria, kemudian pintu ruang OSIS terbuka, dan seorang lelaki bertubuh ramping, berambut panjang yang di kuncir dan mengenakan kacamata memasuki ruangan tersebut, lelaki tersebut mengenakan jas bewarna biru dan celana panjang yang bewarna biru juga, mata lelaki tersebut bewarna hijau, di belakangnya terdapat lelaki lain dengan rambut bewarna coklat keemasan, lelaki tersebut terlihat mengenakan jaket hitam dan celana jeans, pria berkaca mata itu melihat keadaan sekelilingnya.
“perkenalkan aku adalah pemimpin Trishula nama ku adalah Kyne Matthew, dan yang di belakang ku bernama Akira dia adalah salah satu anggota Trishula” ucap Kyne, Akira hanya diam saja seraya menatap ke arah isi ruangan tersebut.
“Kyne-dono bisa kau jelaskan apa yang akan kita lakukan?” Tanya Maria.
“ah ya… sebenarnya akhir-akhir ini terdapat sebuah assosiasi yang terlihat mencurigakan, nama assosiasi tersebut adalah Chronos… sebenarnya bukan itu yang membuat ku khawatir… tetapi akhir-akhir ini karena tindakan Chronos tersebut terdapat gangguan di alur waktu…”
“alur waktu apa maksud mu?” Tanya Natsume, yang lainnya hanya diam mendengarkan penjelasan Kyne.
“yang aku maksud dengan alur waktu adalah… aktifitas Chronos akhir-akhir ini menciptakan distorsi waktu kau tahu apa yang akan terjadi jika waktu mengalami distorsi dan terganggu? Ya akibatnya bisa bermacam-macam, bisa terjadi time loop, bisa membuat waktu berjalan lebih lama, bisa membuat waktu berjalan lebih cepat, atau bahkan bisa merubah zaman kembali ke zaman yang seharusnya sudah tidak ada… seperti mengembalikan dinosaur mungkin?” ucap Kyne, semua yang berada di ruangan tersebut terlihat sedikit gelisah.
“tapi aku yakin yang mereka incar bukanlah mengembalikan dinosaur ahahaha”
“jadi menurut anda apa yang mereka incar, Kyne-dono?” Tanya Maria, Kyne tersenyum.
“kemungkina besar terdapat dua kemungkinan, yang pertama kembali ke dua puluh tahun yang lalu, ya Tower of Babel, dan merubah sejarah yang seharusnya kemenangan berada di tangan Brendan dan Ryou, atau membawa kembali Arcruel ke zaman sekarang” ucap Kyne, Maria, Eliza, dan Siegfred terkejut mendengar nama Arcruel, Siegfred berdiri dan menghantam meja.
“membangkitkan Arcruel?!! Apa mereka tahu apa yang akan mereka lakukan?!! Sampai kapan pun Arcruel tidak boleh kembali di dunia ini!! Selama clan von Dracus ada di dunia ini kami tidak akan membiarkan iblis tersebut bangkit!!” teriak Siegfred.
“kenapa Siegfred sampai mengatakan hal seperti itu? Sebenarnya siapa Arcruel ini dan sekuat apa?” pikir Natsume yang juga melihat Maria yang menjadi gelisah, bahkan Eliza yang biasanya terlihat tenang pun juga menjadi gelisah.
“baiklah Kyne-dono kami menerima tawaran kerja sama anda…” ucap Maria, Kyne memperlihatkan senyumannya dan bersalaman dengan Maria.
***
Kaede berjalan sendirian di lapangan sekolah, dia melihat daerah sekelilingnya dan menatap ke arah bekal buatannya yang tadinya ingin di berikan kepada Nac.
“apakah Nac membenci ku… kenapa dia selalu bertingkah dingin kepada ku…”
“sedang merasakan di campakan nona?” ucap sebuah suara, Kaede terkejut dan menoleh ke arah lelaki berjubah hitam di belakangnya, lelaki tersebut memiliki rambut panjang bewarna hitam yang menutupi mata kanannya, lelaki tersebut memiliki mata yang bewarna hitam dan berkulit pucat, lelaki itu tersenyum ke arah Kaede.
“siapa kau? Aku tidak pernah melihat mu di sekolah ini” ucap Kaede yang kebingungan.
“nama ku adalah Noctius, dan sepertinya rasa sakit hati yang kau miliki itu sangat bagus untuk di jadikan Nocturnal” ucap Noctius sambil tersenyum.
“e-eh? Maksud anda apa?” Tanya Kaede yang kebingungan.
Sementara itu Eliza yang sedang berjalan dengan Natsume tiba-tiba bergidik.
“ada apa Eliza?” Tanya Natsume kebingungan.
“perasaan ini… aku tidak tahu kenapa aku masih bisa merasakan ini… tapi tidak salah lagi… di sekolah ini ada Accursed yang sedang berkeliaran…” ucap Eliza yang mukanya terlihat serius.
“tunggu dulu Accursed? Kau yakin itu Accursed bukan Nocturnal bukan kah Accursed seperti mu dan Lilithia”
“ya jarang ada… tapi ini tidak salah lagi! Ikut aku Natsume!!” teriak Eliza yang berlari mencari keberadaan Accursed tersebut, kemudian Natsume berlari mengikutinya.
Nac yang sedang membolos pelajaran olahraga sekarang sedang berjalan di halaman belakang sekolah, dia berjalan ke arah lapangan yang tidak di pakai di belakang sekolah tersebut, kemudian Nac terkejut melihat Noctius yang mengarahkan tangannya ke arah Kaede.
“siapa orang itu? Apa yang dia mau? tetapi dia terlihat mencurigakan… cih tidak ada waktu untuk berpikir Kaede dalam bahaya!” pikir Nac, Nac berlari ke arah Kaede dan Noctius, kemudian dia menghantam wajah Noctius dengan keras menggunakan pukulannya, Noctius yang yang wajahnya di hantam terlempar dan terguling menjauhi Kaede dan Nac, tetapi Noctius berhasil menahan tubuhnya menggunakan tangannya.
“N-Nac!” ucap Kaede yang meneteskan air matanya dan memeluk Nac.
“p-pria ini mengerikan…” ucap Kaede, kemudian Nac mengangguk.
“aku tahu itu… hei kau pria yang berpakaian mencurigakan apa yang kau mau hah?” Tanya Nac, kemudian Noctius berdiri dan tersenyum ke arah Nac.
“wah-wah aku tak sangka bisa menemukan dua orang yang memiliki bibit Nocturnal yang kuat ini adalah hari keberuntungan ku!!” teriak Noctius seraya mengeluarkan Nocturnal berbentuk golem raksasa di belakangnya, Nac yang melihat itu terkejut kemudian dia teringat dengan perkataan Nara.
“Nocturnal adalah manifest dari perwujudan emosi negative manusia atau lebih tepatnya penderitaan manusia, dan yang bisa menghancurkan mereka hanyalah overlord, kau Nac, juga seorang overlord hanya saja kau, kekuatan di diri mu belum aktif”
“t-tidak mungkin mahluk seperti ini benar-benar nyata!” teriak Nac, kemudian golem tersebut mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke arah Kaede.
“Kaede!!” teriak Nac yang mendorong Kaede, sebagai gantinya Nac terkena hantaman golem tersebut, Nac yang terkena hantaman golem itu memuntahkan darah, dia merasakan beberapa tulangnya remuk.
“s-sakit!!” pikir Nac, kemudian golem tersebut menghantam Nac untuk kedua kalinya dan membuatnya terlempar beberapa meter ke belakang.
“ahahahaha!! Tidak menyenangkan!! Kau lemah sekali mungkin kau memang tidak ada gunanya bagi ku… dan bagi Chronos” ucap Noctius sambil tersenyum, golem tersebut kembali mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke arah Nac.
“Nac!!!” teriak Kaede yang ketakutan.
“apakah aku selalu lemah… heh ya aku selalu lemah… dari kecil aku selalu memiliki penyakit ini… penyakit yang tidak dapat di sembuhkan… bahkan harga diri ku selalu di injak…” ucap Nac.
“lihat itu anak dari Merfield kan? Katanya dia memiliki penyakit yang tidak dapat di sembuhkan loh, jangan dekat-dekat deh entar ketularan juga”
“hei siapa anak itu anak baru ya?”
“iya anak baru katanya penyakitan loh, lebih baik jangan terlalu dekat dengannya”
“hei mapain kau di sini!! Aku tidak ingin pengunjung ku menderita penyakit gara-gara kamu!”
“pergi kamu sampah!”
“tidak ada yang menyukai ku… mungkin memang ini akhir dari hidup ku…” ucap Nac yang melihat ke arah tangan golem, kemudian Nac menutup matanya.
“Nac kita akan menjadi teman kan?”
Nac kembali membuka matanya.
“Misa! Benar… waktu itu aku berjanji ke Misa kalau aku tidak akan menyerah… kalau aku tidak akan membiarkan harga diri ku di injak-injak lagi!” pikir Nac, kemudian Nac berdiri dan mengangkat tangan kanannya, kedua tangan Nac di selimuti oleh sinar.
“embody…” ucap Nac pelan, kemudian tiba-tiba tangan golem yang mengarah ke arah Nac meledak, golem tersebut meraung kesakitan, Noctius terkejut melihat golemnya yang terluka.
“t-tidak mungkin!” ucap Noctius seraya menatap ke arah Nac yang memegang dua pistol bewarna perak, masing-masing di kedua tangannya, pistol di tangan kanan Nac mengeluarkan asap.
“twin gun that eradicate lies and evil… Double Deagle”
TO BE CONTINUED
No comments:
Post a Comment