CHAPTER 8: SURGE POWER!! CRIMSON BLAZE & INTERSECT THUDERBOLT
“Reigner!!!” teriak Ciel yang berlari ke arah Reigner, Ciel menebaskan pisaunya ke arah Reigner, Reigner menghindari serangan tersebut seraya memukul pundak Ciel, keseimbangan Ciel menghilang, kemudian Reigner menendang Ciel dan membuatnya terlempar ke arah kaca, Ciel menghantam kaca tersebut dan terlempar keluar ke arah landasan pesawat, Reigner melompat dan mendarat di atas Ciel menginjak tubuh Ciel, Ciel yang terinjak berteriak.
“kenapa Ciel, apa karena teringat perempuan itu kau menjadi lemah?”
“apa yang kau lakukan padanya?!!” teriak Ciel, Reigner kembali menginjak Ciel lebih keras, dan Ciel kembali berteriak.
“tenanglah sedikit…” lanjut Reigner, kemudian Ciel mengambil pisaunya dan menusuk kaki Reigner, Reigner berteriak seraya melompat dan melepaskan Ciel, Ciel kembali berdiri dan membungkus kedua pisaunya dengan aura bewarna merah.
“Overdrive second tier, Ignis Blaze!!” teriak Ciel seraya menyatukan kedua pisaunya dan membentuk pedang api, Ciel melesat ke arah Reigner seraya menebaskan pedang apinya, Reigner mengangkat tangannya dan menahan tebasan Ciel.
“tidak bisa kah kau sedikit tenang?!!!” teriak Reigner seraya menghantam perut Ciel menggunakan tangannya dan membuat Ciel terlempar ke salah satu pesawat yang ada di sana, Ciel menghantam pesawat tersebut dan menciptakan lubang di dinding pesawat tersebut, Reigner berlari dan melompat ke arah pesawat itu, tetapi tiba-tiba sebuah pedang api mencuat keluar dari atap pesawat, memanjang dan menusuk dada Reigner, Reigner yang tertusuk memuntahkan darah, pedang api tersebut mengayun memotong pesawat tersebut menjadi dua dan menebas dada Reigner, setelah itu Ciel melompat keluar dari salah satu belahan pesawat, Ciel melesat ke arah Reigner seraya menebaskan pedang apinya, Reigner kembali tertebas pedang api Ciel.
“katakan apa yang sebenarnya kau lakukan kepada Aria?!!” teriak Ciel, seraya menendang Reigner dan membuatnya terlempar dan menghantam pesawat di bawahnya, menghancurkan pesawat tersebut, Reigner kembali berdiri dan menatap Ciel.
“khu khu khu, waktu itu aku mengajak Aria untuk mencari sesuatu, dia yang kebetulan mencari benda tersebut bersedia mengikuti ku… tetapi sebenarnya aku hanya ingin memberikan dia kepada Blitz untuk kelangsungan penelitiannya.
“kau… brengsek kau Reigner!!” teriak Ciel yang melesat ke arah Reigner, Reigner tersenyum, Ciel menebaskan pedang apinya ke arah Reigner, tetapi Reigner kembali melompat untuk menghindari serangan tersebut, kemudian Reigner menghantamkan pukulannya ke arah perut Ciel, tetapi Ciel berhasil menghindari pukulan tersebut, Reigner mengangkat kakinya dan berniat menendang Ciel.
“kau pikir sesuatu seperti itu dapat mengenai ku?!!” teriak Ciel yang menggunakan kaki Reigner sebagai tumpuan untuk melompat, setelah itu Ciel melompat jauh di atas Reigner dan berputar di atasnya seraya kembali melesat ke arah Reigner.
“Reigner!!!” teriak Ciel seraya menusukan pedang apinya ke kepalan Reigner, Reigner menarik kepalanya ke belakang sehingga hanya tanduknya yang terpotong.
“kau!! Overdrive first tier!! Earth Crusher!!” teriak Reigner seraya mengangkat kedua tangannya dan siap memukulkannya ke arah Ciel seperti palu, Ciel menusukan pedang apinya ke tanah dan menggunakannya untuk memutar tubuhnya dan menyelengkat Reigner, Reigner yang di selengkat terjatuh, Ciel kembali berdiri dan menusukan pedangnya ke arah Reigner, tetapi Reigner menggulingkan badannya untuk menghindari serangan tersebut, Reigner kembali berdiri dan menatap Ciel.
“ada apa Ciel? Kalau kau tidak lebih berusaha kau akan kalah!!” teriak Reigner, Ignis Blaze milik Ciel menghilang, membuat kedua pisau miliknya berpisah kembali, salah satu pisau tersebut terjatuh ke tanah, Ciel masih terdiam.
“kenapa Aria… bukan kah dia selalu menolong mu?” Tanya Ciel.
“ya… memang dia selalu menolong ku… dia jadi begitu karena kamu!!” teriak Reigner.
“apa maksud mu karena aku?” Tanya Ciel yang kebingungan.
“seandainya dia tidak mencintai mu!! seandainya dia tidak menyukai mu!! aku tidak akan melakukan ini!!!” teriak Reigner, Ciel terkejut mendengar teriakan Reigner
“Ciel… sebenarnya aku…”
Ciel mengangkat tangan kirinya dan menutup mukanya menggunakan tangan kirinya.
“kehehehehe… ahahahaha… ahahahahaha!!!! Jadi kau menyerang ku karena cemburu Reigner?!! Berarti aku sudah menang dari awal!! Orang pengecut seperti mu tidak akan bisa mengalahkan ku!!!” teriak Ciel sambil memperlihatkan senyumannya yang terlihat seperti iblis.
Ciel mengangkat pisau di tangan kanannya.
“biar ku tunjukan kepada mu Beastman rendahan… mahluk seperti kau tidak akan bisa menang melawan ku…” ucap Ciel, tubuhnya mulai di selimuti oleh api, Reigner mengeretak giginya, dia menatap Ciel dengan penuh amarah.
“jangan sombong kau Ciel!! Harusnya aku yang mengatakan itu!!” teriak Reigner yang berlari ke arah Ciel, tiba-tiba terjadi ledakan tekanan udara yang menahan Reigner dari mendekati Ciel.
“lihatlah kekuatan ku… overdrive third tier… Crimson Blaze!!”teriak Ciel seraya melompat, kemudian Ciel menerjang Reigner menghantamnya menggunakan tubuhnya dan menciptakan ledakan besar, setelah itu Ciel kembali menukik dan melesat ke atas dan kembali berbalik menabrak Reigner, Ciel melakukan pola serangan yang sama berkali-kali membuat Reigner perlahan-lahan tumbang, setelah Ciel melakukan serangan tersebut untuk kesekian kalinya, Ciel berputar dan melepaskan api yang besar ke arah Reigner menghantamnya dan menciptakan ledakan api yang besar di sekeliling Reigner.
“graaah!!!” teriak Reigner yang terbakar, Reigner berlutut, napasnya mulai terdengar berat, dia menatap Ciel.
“heh aku sudah menduga aku tidak bisa mengalahkan mu… tetapi…”
Ciel menyadari ada sesuatu yang aneh dengan Reigner, perlahan-lahan Reigner di selimuti oleh asap hitam, dan setelah itu Reigner meraung dan seluruh tubuhnya berubah menjadi hitam.
“jadi kau juga menderita karena kehilangan Aria hah? Dan setelah kau kalah kau menyerahkan diri mu kepada Nocturnal di dalam diri mu? heh pathetic akan ku akhiri ini secepat mungkin…” ucap Ciel yang melihat Reigner yang meraung, kemudian Reigner melompat dan menyerang Ciel dengan membabi buta, Ciel yang hanya menggunakan satu pisau merasa kerepotan menahan serangan Reigner.
“keh brengsek kau Reigner, kecepatan mu bertambah dua kali lipat begitu juga dengan kekuatan mu… tapi apa kau bangga dengan kemenangan palsu yang akan kau dapat?” Tanya Ciel seraya menendang Reigner dan membuatnya terlempar jauh ke bawah, Reigner kembali meraung dan berdiri.
“sesuai janji ku… akan ku selesaikan ini… overdrive, second tier!! Ignis Blaze!!” teriak Ciel, Reigner kembali melompat ke arah Ciel, kemudian Ciel menebas tubuh Reigner menjadi dua menggunakan pedang apinya, darah bermuncratan dari kedua potongan tubuh Reigner, perlahan-lahan tubuh Reigner mulai terbakar.
“Aria…” ucap Reigner yang menghilang di telan oleh api tersebut, Ciel menatap debu dari Reigner dan berbalik, tetapi dia di kejutkan oleh keadaan sekitarnya.
“keh sepertinya kalian tidak akan membiarkan ku istirahat…” ucap Ciel yang melihat ke arah kumpulan Nocturnal di depannya, seekor Nocturnal di belakang Ciel berjalan mendekati Ciel tanpa di sadari dan menyerang Ciel, sampai tiba-tiba seseorang terjun dari langit, mendarat di belakang Ciel dan menebas Nocturnal tersebut menjadi dua menggunakan sabitnya.
“Eliza?” ucap Ciel seraya berbalik, tetapi yang dia lihat bukan lah perempuan berambut hijau, melainkan gurunya.
“pak Dave?” Tanya Ciel kebingungan.
“penjelasannya nanti saja!! Sebaiknya kita urus mereka terlebih dahulu!!” teriak Dave, Ciel mengangguk dan berbalik menghadap ke arah gerombolan Nocturnal di depannya.
“majulah!!” teriak Ciel.
***
Ace berlari bersama Lilithia di dalam airport, mereka terus berlari mencari Natsume dan Eliza.
“cish sial aku tak menyangka gara-gara Nocturnal yang tiba-tiba muncul di lobby kita jadi terpisah…” ucap Ace, Lilithia hanya bisa tersenyum lemas sambil tertawa kecil.
“oh!! Akhirnya ku temukan Nocturnal milik anak itu!!” teriak sebuah suara, Lilithia terkejut dan menoleh ke arah Blitz yang berdiri tidak jauh di depannya.
“kau!! Orang yang waktu itu?!!” teriak Lilithia, kemudian Blitz berjalan ke arah Lilithia tanpa memedulikan Ace.
“sekarang ikutlah dengan ku, biarkan aku menyentuh mu~” ucap Blitz, tiba-tiba Blitz merasakan ujung pedang menempel di tengkuk lehernya.
“hah aku tidak akan membiarkan hidung belang seperti mu menyentuhnya” ucap Ace dengan santainya.
“kau!! Diana!!!” teriak Blitz, kemudian muncul perempuan berambut pirang panjang di depan Ace, perempuan itu menebaskan pedang miliknya ke arah Ace, Ace yang terkejut menghilang dan kembali muncul jauh di depan Diana.
“heh ternyata kau bisa tahu kelemahan ku juga kalau aku paling tidak suka menyerang cewek, kenapa kau tidak maju saja pengecut?”
“keh!!! Terserah apa kata mu!!! Diana akan membunuh mu!!” teriak Blitz, Diana melesat ke arah Ace dan menebaskan pedangnya, Ace tersenyum seraya menghilang dan muncul di depan Blitz.
“kalau kau ku bunuh perempuan jalang itu juga akan hilang kan?” teriak Ace seraya mengarahkan pedangnya ke arah kepala Blitz, tetapi tiba-tiba Diana muncul di depannya, Ace yang melihat itu terkejut.
“mustahil!! Dia bisa mengejar kecepatan ku?!!” teriak Ace yang terkejut, Diana menebaskan pedangnya, tetapi Ace kembali menghilang menjauhi Diana, tetapi Diana kembali muncul di belakang Ace seraya menebas punggung Ace.
“wanita ini!!! Bagaimana mungkin dia bisa mengejar kecepatan ku?!!” pikir Ace, Ace memuncratkan darah dari mulutnya dan terjatuh menghantam tanah.
“ahahaha!! Kau pikir kau yang paling cepat?!! berarti kau salah besar!!” teriak Blitz seraya tertawa.
“a-apa maksud mu?” Tanya Ace yang kembali memuntahkan darah.
“lihat lah maka kau akan mengerti” ucap Blitz, kemudian Diana kembali menghilang dan muncul di depan Ace dan kembali menebas pundak Ace, Ace yang terluka tidak dapat menghindari tebasan tersebut.
“graah!! Apa yang sebenarnya perempuan jalang ini lakukan!!” teriak Ace yang kembali memuntahkan darahnya.
“itu bukan kecepatan Ace-kun!! Dia memiliki kemampuan teleport!!” teriak Lilithia tiba-tiba, Ace yang mendengar itu terkejut.
“kehehehehe terima kasih Lilithia… aku sudah tahu sekarang trik murahan mu…” ucap Ace yang tersenyum.
“keh… aku lupa kalau bocah itu juga Accursed…” ucap Blitz, kemudian Blitz berputar dan berjalan ke arah Lilithia, Lilithia yang melihat Blitz berjalan ke arahnya bergetar ketakutan.
“N-Natsume…” ucap Lilithia pelan, Blitz mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke arah Lilithia.
“selamat tinggal…”
“t-tunggu…” potong Ace tiba-tiba, Blitz melirik ke arah Ace, begitu juga dengan Diana.
“overdrive second tier…” ucap Ace seraya memperlihatkan senyumanya yang berbeda dari senyumannya yang biasa.
“biar ku beritahu kau… masing-masing anggota empat elemental overlord memiliki kemampuan untuk melepas batasan kemampuan manusianya…” ucap Ace seraya menyilangkan tangannya di depan mukanya.
“Intersect Thunderbolt!!!!!” teriak Ace seraya membentangkan kedua tangannya tiba-tiba sebuah petir menhantam airport membuat atap airport tersebut berlubang dan menyambar Ace, setelah itu tidak lama kemudian turun hujan lebat yang membuat langit menjadi hitam.
“Diana bunuh dia!!” teriak Blitz, kemudian Diana mengangguk dan muncul di belakang Ace seraya menebas Ace, tetapi Ace yang di tebas Diana tiba-tiba menjadi asap, dan muncul Ace kedua di belakang Diana.
“haaah? Apa yang baru kau tebas?” ucap Ace seraya menghantam Diana menggunakan tangannya dan membuatnya terlempar, Blitz yang terkejut menatap Ace dan melihat mata Ace yang berubah menjadi kuning bercahaya layaknya sebuah petir.
“mustahil!!” teriak Blitz, kemudian Diana kembali bangkit dan menghilang dan muncul di belakang Ace, Ace menghilang, tetapi Diana juga menghilang, dan keduanya muncul bersamaan di udara, Diana menebaskan pedangnya ke arah Ace yang ada di depannya dan menghadap ke arah lain, tetapi tiba-tiba Diana tertebas, dan muncul tiga luka tebasan di perut Diana, kemudian muncul dua tebasan lain di tangan Diana membuat Diana menjatuhkan pedangnya, Blitz bergetar melihat Diana yang terluka padahal Ace hanya berdiam diri dan membelakangi Diana.
“hmm kenapa kau terluka apa yang terjadi?” Tanya Ace seraya melirik ke arah Diana, dan tiba-tiba muncul sepuluh tebasan lain di sekujur tubuh Diana, Diana memuntahkan darah dan terjatuh, Diana yang terjatuh perlahan-lahan menjadi asap hitam.
“ti-tidak mungkin!! Accursed ku?!!” teriak Blitz yang menatap Diana yang menghilang, Ace menatap Blitz dengan jijik, kemudian tiba-tiba Ace muncul di belakang Blitz.
“menjijikan bersembunyi di belakang perempuan… orang macam apa kau?” Tanya Ace, Blitz yang terkejut berbalik seraya menarik pistolnya, tetapi tiba-tiba muncul tebasan dalam jumlah banyak di sekujur tubuh Blitz dan juga di pistol Blitz membuat pistol Blitz terpotong dan tidak di dapat di gunakan.
“m-monster... dia monster…” ucap Blitz yang berlutut dan memuntahkan darah, Ace mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke arah kepala Blitz.
“sayonara…” ucap Ace.
“tunggu!!!” teriak sebuah suara, Ace berhenti menggerakan pedangnya dan melihat ke arah Ciel yang berlari, setelah itu Ace menghela napasnya dan menurunkan pedangnya, Blitz yang melihat kesempatan itu mengambil pistolnya dan menembak punggung Ace, Ace yang tertembak memuncratkan darah dari mulutnya, dan terjatuh berlutut.
“kau!!!” teriak Ace yang berbalik dan menarik pedangnya, Blitz yang terkejut dalam sekejap tubuhnya terpotong menjadi beberapa bagian, darah bermuncratan ke segala penjuruh dan bagian tubuh Blitz berjatuhan ke segala arah, Ciel yang melihat itu berhenti, kemudian dia menggigit bibirnya dan memukul Ace menggunakan tangannya.
“apa-apaan kau?!!” teriak Ace yang terkejut.
“ku bilang tunggu!!! Jangan membunuhnya aku butuh informasi dari dia!!!”
“apa yang kau butuhkan dari dia hah!!!” balas Ace, kemudian Ciel menarik kerah baju Ace.
“cara menyembuhkan Aria!!!” teriak Ciel, Ace terdiam, dan menoleh ke arah lain.
“m-maaf…” ucap Ace, kemudian Ciel melempar Ace.
“err maaf menganggu memangnya apa yang terjadi kepada orang bernama Aria ini?” Tanya Lilithia.
“memangnya apa yang bisa kau lakukan kalaupun kau tahu?”
“kemampuan ku sebagai Accursed adalah analisis jadi mungkin aku bisa membantu” ucap Lilithia, Ciel dan Ace saling pandang dan setelah itu keduanya menatap Lilithia.
“e-eh? Apa ada yang salah dari ucapan ku?”
TO BE CONTINUED
No comments:
Post a Comment