CHAPTER 14: THE VOID AND THE NOTHINGNESS
Sekelompok orang berjubah hitam berlari di bawah cahaya rembulan, mereka berusaha lari dari kejaran seseorang, kemudian di belakang mereka muncul sesosok perempuan dengan sayap malaikat di belakangnya.
“s-sial!! Perempuan itu berhasil mengejar!!!” teriak salah satu orang itu, kemudian di depan mereka muncul seorang laki-laki berambut coklat.
“Daichi…” ucap perempuan bersayap yang adalah Riku, Daichi yang menghalangi orang-orang tersebut mengangguk, kemudian dia mengeluarkan dua pedang cahaya dari kedua tangannya.
“Chronos… katakana di mana orang itu!!” teriak Daichi seraya menebas kelompok orang berjubah hitam tersebut. Satu per satu orang-orang tersebut terjatuh dan mengeluarkan darah dari perutnya yang tertebas.
“kehehehe… kau tidak akan pernah mengetahui letak tuan Noctius… karena dia sudah tidak ada lagi di tempat ini!! Dia sudah pergi!! Menjemput ratunya… Eliza Raven—“ tiba-tiba sebuah anak panah melesat dan menembus dada orang tersebut, orang itu memuntahkan batuk darah dan terjatuh tidak bernapas.
“Eliza Ravenhalt… Riku…” Daichi memandang Riku yang memegang anak panahnya, dia terdiam.
“sudah ku duga… Accursed itu… aku akan menyelamatkan Natsume… untuk sementara kita pusatkan rencana kita di menggagalkan rencana Chronos terlebih dahulu… dan untuk melakukan itu kita harus membunuh Eliza Ravenhalt…” ucap Riku yang menatap tubuh mati orang yang di tembaknya, kemudian mata kiri Riku yang menyala kehilangan cahayanya dan kemudian dia terkulai lemas, Daichi berlari ke arahnya dan menahan tubuhnya.
“sudah ku duga… Riku kau terlalu banyak menggunakan Avalon…” ucap Daichi, Riku mengangguk seraya berdiri.
“Natsume…” ucap Riku pelan.
“ayo kita pulang… sudah saatnya kita beristirahat...” lanjut Daichi, Riku mengangguk dan berusaha berdiri, kemudian keduanya meninggalkan tempat tersebut.
***
Natsume memandang atap kamarnya yang bewarna putih, kemudian dia melihat ke arah salib milik Maria, Natsume memandang jam dindingnya yang menunjukan angka sebelas malam, kemudian dia menutup matanya, dan tidak beberapa lama kemudian dia mendengar suara jendela kamarnya di buka, Natsume yang terkejut membuka matanya dan dia melihat wajah Maria yang begitu dekat dengan wajahnya, Maria terkejut melihat Natsume yang terbangun, dengan cepat dia menarik wajahnya menjauh dari Natsume, wajahnya memerah.
“M-Maria apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Natsume kebingungan.
“N-Natsume-kun… maaf menganggu malam-malam…” ucap sebuah suara, Natsume menoleh ke arah Lilithia yang berada di luar jendela.
“Siegfred menghilang… begitu juga dengan Ace dan Eliza bukan?” ucap Maria tiba-tiba masih dengan wajah memerah.
“a-apa?! bagaimana mungkin?!!”
“pelakunya Chronos, Natsume-kun… dan berkat bantuan Ace kita berhasil menemukan markas mereka…” ucap Lilithia.
“Chronos? Di mana markas mereka?!” Tanya Natsume yang penasaran, Maria terdiam kemudian dia melihat keluar jendela.
“ikut aku keluar… mereka sudah menunggu…” ucap Maria.
“mereka siapa?” Tanya Natsume yang kebingungan, tetapi Maria diam saja dan melompat keluar dari kamar Natsume melalui jendela begitu juga dengan Lilithia, Natsume hanya bisa menggelengkan kepalanya, kemudian dia mengganti bajunya dan mengambil jaket kulit di lemarinya, dia berjalan ke arah jendela, kemudian mata kanan Natsume menyala.
“Avalon activated, Awakened Hero…” ucap Natsume, kemudian Natsume melompat keluar dari jendela, dan dia terkejut dengan keberadaan tiga orang lainnya yang berada di bawah, Natsume menatap ke arah Hirasawa, kemudian dia mengalihkan pandangannya ke dua anak lainnya, Nac dan Nara, dia mengenali Nac dan Nara yang di tolongnya tadi siang.
“kalian…” ucap Natsume pelan.
“mereka adalah anggota Apocalypse yang ku pilih untuk misi kali ini… Retrieve and Destroy…” ucap Maria.
“ah perkenalkan saya rasa, saya belum memperkenalkan diri saya… nama saya adalah Nara Namikaze… sementara anak laki-laki di sebelah saya adalah tem—“
“Nac Merfield” potong Nac dengan nada yang dingin, Nara hanya terdiam saja dan memandang Nac, kemudian Maria mengangguk dan menatap Hirasawa, Hirasawa juga mengangguk dan mengeluarkan buku kecil dari kantungnya.
“Retrieve and Destroy kita akan menyerang langsung markas Chronos, setelah itu kita akan mencari keberadaan Eliza dan yang lainnya, kemudian tim Trishula yang adalah Akira dan Kyne akan menjaga dari luar apabila sesuatu yang tidak di inginkan terjadi…” ucap Hirasawa.
“ku rasa sudah jelas bukan?” Tanya Maria seraya memandang ke arah lima orang lainnya, kelima orang tersebut mengangguk, setelah itu mereka semua berlari meninggalkan tempat mereka berada.
***
Sebuah stasiun yang telah di tinggalkan terlihat di jaga oleh beberapa orang berjubah hitam, salah satu dari mereka melihat jam tangan di tangannya yang menunjukan jam sebelas lewat tiga puluh menit, sementara itu tidak jauh dari sana Hirasawa bersembunyi di balik tembok yang ada di stasiun tersebut, dia menatap kumpulan orang yang menjaga stasiun tersebut, kemudian Hirasawa menarik napasnya seraya membuka kaca matanya dan menaruhnya di kantung roknya.
“embody… Muramasa…” ucap Hirasawa seraya mengeluarkan sebuah katana panjang, kemudian Hirasawa mengambil kuda-kuda dan berlari ke arah kumpulan orang tersebut, salah satu dari mereka menyadari keberadaan Hirasawa.
“o-oi!! Ada penyusup!!!” teriak salah satu penjaga tersebut, penjaga lainnya yang terkejut meembodykan sebuah pistol, begitu juga dengan penjaga yang tadi berteriak, kemudian mereka mengarahkan pistol tersebut ke arah Hirasawa.
“mati!!!” teriak salah satu orang itu, mereka menembakan pistol mereka ke arah Hirasawa, tetapi Hirasawa dengan mudah menghindari peluru tersebut dengan gerakannya yang terlihat layaknya sebuah tarian tradisional Jepang.
“m-mustahil!! Siapa dia?!!” ucap salah satu orang itu seraya mengarahkan pistolnya ke arah muka Hirasawa dan menembakannya, kemudian Hirasawa dengan lembutnya mengangkat katananya yang menebas peluru tersebut menjadi dua, terlihat ekspresi terkejut dari orang-orang tersebut.
“mai… Sen Hanabira” ucap Hirasawa seraya menari melewati orang tersebut dengan kecepatan yang di luar tarian normal, kemudian Hirasawa menyarungkan katananya dan dalam sekejap seluruh orang yang tadi di lewatinya tertebas dan memuntahkan darah dari mulutnya, satu per satu orang tersebut terjatuh, dan lantai di sekeliling mayat mereka berubah menjadi kolam darah, Hirasawa memandang kolam tersebut dengan tatapan dingin, kemudian dia berbalik dan menatap ke arah stasiun tersebut, salah satu dari orang yang sudah terjatuh tersebut masih ada yang hidup dan mencoba mengarahkan pistolnya ke arah kepala Hirasawa.
“t-tidak ada yang bisa menghalangi rencana kami…” ucap orang itu, kemudian sebuah peluru melesat menembus kepala orang itu dan meledakannya, orang itu seketika mati di tempat dan terjatuh, Hirasawa yang terkejut menoleh ke arah Nac yang bersembunyi di atap bersama Nara, kemudian Hirasawa mengangguk, dan Nac bersama Nara melompat turun, dan setelah itu Natsume dan Maria berlari ke arah Hirasawa.
“baiklah seperti yang ku harapkan dari mu Hirasawa-san… sekarang kita tinggalkan sisanya kepada Trishula… lebih baik kita masuk ke dalam stasiun ini” ucap Maria seraya memberikan isyarat dan berlari masuk ke dalam stasiun bersama yang lain.
Akira menatap Maria dan yang lainnya memasuki stasiun tersebut, kemudian dia menghela napasnya.
“hah di saat seperti ini… ke mana Kyne…” ucap Akira, kemudian dia mendengar langkah kaki di belakangnya, Akira yang terkejut berbalik dan melihat seorang pria bertudung hitam, Akira yang terkejut meembodykan sebuah katar bewarna perak.
“heh aku tak menyangka aku akan di temukan oleh anggota Chronos bahkan sebelum Kyne datang… ku rasa aku harus menangani ini sendirian!!” teriak Akira yang berlari ke arah pria bertudung itu, kemudian pria bertudung tersebut meembody sebuah tombak bewarna hitam pekat, pria itu menahan tebasan katar dari Akira, Akira menarik katarnya kemudian menebaskannya kembali ke arah kaki pria itu, tetapi pria tersebut kembali mengayunkan tombaknya dan menahan tebasan kedua Akira, dan setelah itu Akira menusukan katarnya ke arah kepala pria itu, tetapi pria tersebut menghindari katar tersebut, sehingga katar itu hanya bisa memotong tudung pria itu, memperlihatkan wajah pria tersebut.
“k-kau?!!” ucap Akira yang terkejut, kemudian pria itu menusuk perut Akira menggunakan tombaknya, Akira memuntahkan darah dan terjatuh berlutut di depan pria itu.
“kenapa… Kyne?” ucap Akira yang menatap Kyne yang wajahnya terdapat bercak darah dari Akira, Kyne menyunggingkan senyumnya, Akira yang melihat senyum Kyne terkejut kemudian dia menutup matanya dan terjatuh tidak sadarkan diri.
***
Maria melihat daerah sekeliling yang terlihat gelap kemudian tiba-tiba lampu dari ruangan tersebut menyala, memperlihatkan suasana dalam stasiun yang berantakan, kemudian Maria dan yang lainnya terkejut melihat terowongan kereta bawah tanah tersebut yang menembus ke sebuah pusaran bewarana ungu.
“apa itu…” ucap Natsume yang takjub.
“wormhole… lubang itu menyambungkan kita ke waktu dan tempat yang berbeda…” ucap Lilithia, kemudian terdengar suara tepuk tangan, Lilithia, Natsume, Maria, Nac, Nara, dan Hirasawa yang terkejut menoleh ke arah seorang laki-laki berambut hitam pekat, dan terdapat luka di mata kanannya.
“tebakan yang sangat tepat… wahai Lilithia the Awakened Hero… padahal akan lebih baik jika kau berada di sisi kami…” ucap pria itu seraya menatap Lilithia.
“s-siapa kau?!” Tanya Lilithia, pria itu tersenyum dan menatap ke arah Lilithia, pria itu mengangkat kedua tangannya.
“nama ku adalah Neulaide the Nothingness, atau kalian bisa memanggil ku dengan panggilan Neul” ucap Neulaide.
“beritahu kami di mana teman-teman kami?!!” teriak Maria seraya meembody revolver hitam dan mengarahkannya ke arah Neulaide.
“mungkin jika kalian bisa menang melawan ku aku akan menjawabnya…”ucap Neul sambil tersenyum, kemudian Maria terlihat kesal seraya mengarahkan revolvernya ke arah Neul.
“jangan main-main dengan ku… overdrive first tier… Iron Maiden…” ucap Maria seraya menembakan pelurunya, kemudian peluru tersebut berubah menjadi sinar yang mengelilingi Neul, Neul terlihat terkejut, kemudian sinar tersebut berubah menjadi peti besi yang di penuhi oleh jarum.
“i-ini…” ucap Neul yang terkejut, dia melihat ke atas, dan melihat patung kepala di atas peti besi itu yang menyerupai wajah seorang perempuan, kemudian peti tersebut tertutup bersama Neul di dalamnya dan menimbulkan bunyi yang keras, terdengar teriakan histeris Neul dari dalam peti tersebut, dan darah mengucur dalam jumlah banyak dari celah peti tersebut.
“itulah ganjaran kalau kau membuat ku kesal…” ucap Maria yang menatap Iron Maiden miliknya yang berlumuran darah, Natsume meneguk ludahnya menatap Iron Maiden tersebut.
“tapi bohong…” ucap Neul yang muncul di belakang Maria tiba-tiba, Maria yang terkejut berbalik ke arah Neul dan menembakan revolvernya ke arah Neul, tetapi Neul berhasil menghindari tembakan tersebut, kemudian Neul mendengar suara embody dari sekelilingnya, dan Neul menyadari bahwa dia sudah di kurung oleh enam orang bersenjata.
“bagaimana kalau kau menyerah saja dan mengatakan di mana mereka?” Tanya Nara dengan tombak esnya, Neul memegang kepalanya dan menggelengkannya.
“kurasa tidak ada pilihan lain… overdrive first tier… Void…” ucap Neul, kemudian tiba-tiba daerah sekeliling Maria dan yang lainnya berubah menjadi pasir dan menghilang, Natsume terkejut melihat lantai yang di injaknya menjadi pasir, kemudian perlahan-lahan pasir tersebut terhisap ke dalam wormhole yang ada di terowongan stasiun tersebut.
“i-ini!! Bahaya Maria-chan!! Dia bermaksud melempar kita ke dalam wormhole tersebut!! Semuanya pegangan!!” teriak Lilithia, kemudian Maria mengangguk dan tangannya di tarik Hirasawa.
“Lilithia!! Natsume!! Pegang tangan ku!!” teriak Maria, Lilithia mengulurkan tangannya dan berhasil memegang tangan Maria, tetapi Natsume tidak dapat menggapai tangan Lilithia, sementara Nac di tarik oleh Nara yang juga terhisap.
“Natsume!!” teriak Lilithia yang berusaha menggapai Natsume, tetapi Natsume sudah terlanjur di hisap oleh pusaran tersebut, Natsume dapat mendengar teriakan Maria dan Lilithia yang memanggilnya.
“aku akan baik-baik saja!!!” teriak Natsume yang di telan oleh pusaran tersebut, sementara yang lainnya mulai terhisap pelan-pelan ke dalam pusaran itu, Neulaide tersenyum melihat Maria dan yang lainnya terhisap ke dalam wormhole.
“bagus dengan begini seluruh pemeran sudah berada di panggung… Drounendal dan Noctius juga sudah pergi… berarti sekarang giliran ku pergi bersama dengan mu… eh Kyne Matthew?” ucap Neulaide yang melihat ke arah Kyne yang tersenyum dan berjalan ke arahnya.
Sementara itu di luar Riku dan Daichi menatap Akira yang terluka di depan markas Chronos.
“Riku…” ucap Daichi, Riku mengangguk dan menunduk seraya menaruh tangannya di atas perut Akira, kemudian tangan Riku bercahaya dan perlahan-lahan luka di perut Akira menutup.
“ayo Daichi kita juga harus pergi…” ucap Riku, Daichi mengangguk, kemudian keduanya melompat ke arah stasiun yang merupakan markas dari Chronos.
***
Natsume mencium harum yang wangi, dan tangannya memegang sesuatu yang empuk yang terasa seperti bantal.
“bau apa ini… apakah kejadian tadi malam hanya mimpi? Ah iya aku pasti sedang tertidur di kamar ku…” ucap Natsume kemudian dia melepaskan tanganya dari bantalan tersebut dan memeluk sesuatu yang terasa seperti guling, kemudian Natsume merasakan guling tersebut yang bergerak, dan dia dapat mencium bau wangi yang dia cium tadi.
“setelah di pikir-pikir… bau ini seperti shampoo… tunggu? Shampoo?” ucap Natsume, kemudian Natsume membuka matanya, dan dia melihat pakaian putih yang di kenakan oleh sesuatu atau lebih tepatnya seseorang yang di peluk olehnya, kemudian dia juga menyadari bahwa kepalanya berada di dada seseorang.
“Nat-su-me…..” ucap seseorang yang terdengar sedang menahan marah, Natsume menoleh ke atas dan melihat Eliza dengan wajah yang tersenyum dengan wajah yang sangat merah seperti sedang terbakar tapi jelas terlihat urat-urat di kepalanya, dan setelah beberapa menit terdiam Natsume menyadari bahwa dirinya sedang memeluk Eliza dengan erat, Natsume yang terkejut melepaskan pelukannya, dan wajahnya merah padam.
“m-m-m-maaf kan aku Eliza!! A-a-a-aku tidak bermaksud untuk!!!”
“baka hentai!!!!” teriak Eliza, kemudian terdengar suara hantaman keras, dan suara lantai yang runtuh dan hancur.
TO BE CONTINUED
No comments:
Post a Comment