Monday, 11 July 2011

CHAPTER 25: ADOLESCENCE

CHAPTER 25: ADOLESCENCE

Natsume membuka matanya, dia sedang tertidur di kamarnya, kemudian dia melirik ke arah jam di atas meja sebelah kasurnya yang menunjukan jam 8.00 AM dan tanggal 22 Oktober. Natsume kembali teringat dengan kejadian kemaren, tanpa sadar air mata menetes dari matanya.

“bodoh kenapa aku menangis… aku pasti bertemu lagi dengannya…” ucap Natsume seraya beranjak bangun dari kasurnya.

“oi!! Natsume sampai kapan kau mau tidur!! Turun sebentar walau ini hari Minggu bukan berarti kau bisa tidur seharian!!” teriak Ashley.

“iya!! Aku mengerti!!! Pelankan suara mu sedikit!!” balas Natsume seraya mengganti pakaiannya. Natsume kemudian beranjak keluar dari kamarnya dan berlari ke lantai satu. Natsume di kejutkan dengan kehadiran Sierra dan Maria yang ada di ruang tamu.

“Maria? tante? Sedang apa di sini?” tanya Natsume yang kebingungan.

“tidak apa-apa aku hanya ingin berbicara dengan ayah mu mengenai Brendan… bagaimana pun juga dia dan Brendan adalah saudara kembar?” ucap Sierra sambil tersenyum, Natsume dapat melihat mata Sierra yang terlihat habis mengeluarkan air mata semalaman, Natsume tahu kenapa Sierra terlihat sedih, itu semua karena kematian orang yang di cintainya, yaitu Brendan.

“m-maaf aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk menyele—“ belum selesai Natsume berbicara, tiba-tiba Ashley memukul kepala Natsume dengan kuat.

“argh!! Buat apa itu?!!” teriak Natsume yang kesakitan dan memegang kepalanya, kemudian Natsume terkejut melihat Lilithia di belakang Ashley.

“Li— kenapa kau ada di sini?” tanya Natsume.

“mulai sekarang dia tinggal di sini bersama kita, bagaimana pun dia Acursed mu yak an Natsume?” ucap Claire yang muncul dari dapur dan membawakan sandwitch ke ruang tamu.

“kau tidak apa-apa dengan keputusan itu Lilithia?” tanya Natsume, Lilithia mengangguk dan tersenyum.

“sebaliknya aku bahagia bisa tinggal bersama mu Natsume-san” ucap Lilithia.

“ah! Sudahlah Lilithia kau bantu Claire masak di dapur, aku ada urusan dengan Sierra jadi kalian berdua!” ucap Ashley sambil menunjuk Maria dan Natsume, Maria dan Natsume yang di tunjuk terkejut.

“pergilah berjalan-jalan!” teriak Ashley, Maria menatap ibunya, Sierra mengangguk dan tersenyum.

“baiklah! Aku juga tidak mau di rumah bersama ayah seberisik diri mu!” ucap Natsume seraya mengambil sandalnya, kemudian tiba-tiba sebuah buku melayang ke arah Natsume, Natsume yang terkejut mengambil sesuatu yang terlihat seperti buku itu yang di lempar oleh Ashley.

“hei apa ini!! Kau hampir saja melukai anak mu!!” teriak Natsume yang terlihat kesal.

“itu adalah album masa kecil mu, kau belum pernah melihatnya kan? Ya memang aku sengaja menyimpannya sih, tapi kalau kau mau melihatnya lihat lah, jangan salah sangka aku tidak ingin memperlihatkan sesuatu yang bisa meringankan hati mu! aku hanya… aku hanya ingin kau melihatnya!!” teriak Ashley.

“berhenti bertingkah seperti seorang tsundere!! Baka!! Aku pergi!!” teriak Natsume seraya keluar dari rumahnya dan membanting pintu rumahnya, Maria mengucapkan salamnya kepada Ashley dan ibunya, kemudian menyusul Natsume.

“Natsume! Tunggu aku!” teriak Maria yang beranjak keluar dari rumah Natsume dan mengejar Natsume, tidak jauh di belakang mereka terlihat seekor anjing berukuran besar dengan mata bewarna biru menatap mereka dan bulu hitam, kemudian anjing hitam itu berjalan mengikuti mereka tanpa di sadari oleh mereka.

***

Natsume duduk di sebuah taman yang di lalui oleh orang dalam jumlah banyak, hal tersebut tidak aneh karena pada hari minggu biasanya daerah sekeliling Shibuya di penuhi oleh orang yang berlalu lalang menghabisi hari minggu mereka, kemudian Maria berjalan ke arah Natsume dan menawarkan sebuah minuman, Natsume mengambil minuman tersebut dan meminumnya, sementara Maria duduk di sebelah Natsume.

“hei Natsume kau terlihat tidak memiliki hubungan baik dengan ayah mu…” ucap Maria sambil meminum minumannya.

“itu karena dia bertingkah bodoh setiap saat… sehingga aku sendiri sering kesal melayaninya… lagi pula apa yang hendak dia tunjukan dari album lama ini?” jawab Natsume sambil memainkan album dengan cover kulit coklat tersebut di tangannya.

“hei… kenapa kita tidak membukanya saja? Aku juga penasaran dengan diri mu ketika masih bayi, hehehe” ucap Maria sambil tertawa kecil, wajah Natsume memerah, kemudian dia menatap album itu.

“baiklah kalau kau mau melihatnya…” ucap Natsume seraya membuka album tersebut, halaman pertama album itu di penuhi oleh foto Claire yang sedang mengandung.

“ku rasa di sini juga ada foto ibu mu ketika dia masih mengandung mu…” ucap Maria, Natsume mengangguk seraya membuka halaman keduanya, di halaman kedua terdapat foto Ashley yang masih muda, dia tersenyum sambil mengangkat Natsume yang masih bayi.

“dan ayah mu ternyata wajahnya ketika masih muda memang mirip dengan ayah ku…” ucap Maria, Natsume juga melihat banyak kesamaan di antara Brendan dan Ashley, kemudian Natsume kembali membuka halaman-halaman berikutnya yang di penuhi oleh foto-fotonya selagi bayi.

“hei bukan kah itu foto ibu ku!” teriak Maria sambil menahan Natsume sebelum kembali membalikan halaman album itu.

“ya kau benar… ini foto ibu mu…” ucap Natsume sambil menyentuh foto Sierra yang menggendong bayi Natsume dengan Claire di sebelahnya. Natsume kembali membalik halaman-halaman tersebut, di halaman tersebut terdapat banyak foto-foto bayinya bersama dengan orang lain yang sepertinya merupakan teman-teman ayahnya, bahkan ada salah satu foto yang menurutnya sedikit aneh karena foto tersebut di bubuhi oleh tanda tangan dari orang bernama ‘Arif’ dan di bawahnya terdapat tulisan ‘jadilah lolicon sukses di masa depan!’. Natsume kembali membuka halaman di album tersebut, dia dapat melihat berbagai macam fotonya yang bersama dengan orang yang dia kenal, ada yang bersama Dave, dan ada juga yang bersama Garde.

“hehehe kau benar-benar lucu Natsume ketika masih bayi, dan sepertinya banyak orang yang menyukai mu” ucap Maria sambil tertawa.

“d-diam” jawab Natsume yang wajahnya memerah, kemudian Natsume membuka halaman terakhir dan terkejut dengan foto yang dia temukan, begitu juga dengan Maria. Natsume menggenggam cover album tersebut dengan kuat, tangannya bergetar dan air mata menetes dari matanya.

“i-ini bukan kah orang ini…” ucap Natsume.

“ya tidak salah lagi orang yang ada di foto ini adalah orang itu…” ucap Maria seraya melihat ke arah foto di halaman terakhir tersebut, foto yang ada di halaman terakhir tersebut adalah foto bayi Natsume yang sedang di gendong oleh perempuan berambut hijau zamrud, perempuan itu mengenakan jaket hitam yang Natsume dan Maria kenali sebagai jaket Brendan, perempuan itu tersenyum bahagia.

“setidaknya kita tahu sampai sebelas tahun yang lalu Eliza masih sehat dan bahagia…” ucap Maria.

“i-ini tidak lucu! Kepada ayah menyembunyikan ini?!” teriak Natsume sambil memeluk buku tersebut, Maria hanya bisa tersenyum dan memeluk Natsume.

“mungkin karena kalau kau tahu… kau akan menghalangi Eliza waktu itu dan mungkin kau tidak akan bersama kita di sini…” ucap Maria sambil memeluk Natsume. Maria kemudian melihat ke arah seekor anjing hitam yang menatapnya dan menjulurkan lidahnya, buntutnya bergoyang-goyang melihat Natsume dan Maria.

“hei Natsume! Lihat anjing ini lucu sekali!” teriak Maria seraya berjalan ke arah anjing hitam itu dan mengelusnya.

“arf! Arf!” gonggong Anjing itu sambil berguling di tanah dan membiarkan Maria mengelus perutnya, Natsume menatap anjing itu sambil tersenyum.

“hei bagaimana kalau kita berjalan-jalan bersama anjing ini?” tanya Natsume, Maria tersenyum dan mengangguk.

“ayo ikut bersama kami berjalan-jalan” ucap Maria, tetapi anjing itu kemudian kembali bangun dan berlari meninggalkan Natsume dan Maria.

“ah dia pergi…” ucap Maria.

“jadi bagaimana? Mau di kejar?” tanya Natsume, Maria menggelengkan kepalanya.

“kita lanjutkan saja jalan-jalan kita” ucap Maria, Natsume mengangguk dan berjalan bersama Natsume.

***

“baiklah Natsume terima kasih untuk hari ini, ibu tadi berkata dia sudah kembali ke rumah, jadi ku rasa kita berpisah di sini untuk saat ini” ucap Maria sambil tersenyum.

“baiklah, hati-hati di jalan Maria, kalau ada apa-apa telepon saja aku” ucap Natsume sambil tersenyum, Maria mengangguk dan pergi meninggalkan Natsume, kemudian Natsume berbalik dan berjalan ke arah rumahnya.

“kalau foto Eliza di album itu benar… berarti ayah pasti tahu apa yang terjadi dengan Eliza…” ucap natsume sambil berjalan ke arah rumahnya, ketika melewati sebuah gang Natsume mendengar suara, Natsume yang penasaran menoleh ke arah gang tersebut, kemudian dia terkejut melihat segerombolan Nocturnal berbentuk serigala. Nocturnal itu menyadari kehadiran Natsume dan dengan sigap berlari ke arah Natsume.

“s-sial! Kenapa ada Nocturnal di saat seperti ini!!” teriak Natsume seraya berlari secepat mungkin berusaha kabur dari kejaran Nocturnal di belakangnya, Natsume dapat mendengar raungan Nocturnal di belakangnya.

“sial!! Lilithia di rumah!! Aku tidak bisa mengaktifkan Avalon ku kalau tidak ada Lilithia di dekat ku!!” teriak Natsume yang berusaha mencari senjata di sekelilingnya, kemudian dia menatap ke arah tong sampah di dekatnya. Natsume berlari ke arah tong itu dan menendangnya ke arah Nocturnal di belakangnya.

“makan ini!!” teriak natsume seraya menendang tong sampah tersebut, tetapi gerombolan Nocturnal itu dengan mudah menghindari tong tersebut dan melesat ke arah Natsume.

“sial!! Apa saja yang bisa di jadikan senjata!!” teriak Natsume seraya mengangkat tangannya, kemudian terdengar suara Avalon dari dalam kepala Natsume.

“A v a l o n S t a n d – By P a r t n e r f o u n d w i t h i n 5 m e t e r” ucap Avalon, Natsume yang terkejut menggenggam tangannya.

“apa pun!! Senjata apa pun tidak masalah!!” teriak Natsume seraya menarik cahaya yang muncul di tangannya, mata kanan Natsume bercahaya dan cahaya di tangannya berubah menjadi sebuah pedang dengan mata pedang yang berbentuk seperti sabit.

“majulah! Kalian mahluk sialan!!!” teriak Natsume seraya menebaskan pedang di tangannya dan memotong sebagian serigala tersebut, kemudian sesosok serigala berhasil lolos dari tebasan Natsume dan menyerang Natsume dari belakang.

“sial!! Aku tidak sempat!!” ucap Natsume dalam hati, kemudian anjing hitam yang di temuinya tadi muncul di belakang Natsume dan berubah menjadi perempuan berambut hitam pekat dan bermata biru, perempuan itu tersenyum seraya menciptakan api hitam di tangan kanannya dan menghajar Nocturnal tersebut yang akhirnya terbakar oleh api hitam ciptaan perempuan itu.

“k-kau, anjing tadi kan? Kenapa kau bisa jadi manusia siapa kau?” tanya Natsume yang menebas Nocturnal terakhir.

“nama ku adalah Edea Naffil, aku adalah salah satu teman ayah mu dan seorang Lycan” ucap Edea sambil tersenyum.

“Lycan?” tanya Natsume, kemudian pedang dengan mata pedang yang berbentuk sabit itu menghilang dari tangan Natsume.

“jangan-jangan pedang tadi…” ucap Natsume sambil menatap Edea, Edea hanya menggelengkan kepalanya.

“sudah ku bilang bukan aku ini Lycan bukan Acursed” ucap Edea sambil tersenyum.

“kalau bukan kau siap—“ tiba-tiba Natsume teringat dengan seseorang, dia berbalik dan berusaha mencari keberadaan orang yang di carinya, tetapi dia tidak dapat menemukan siapa pun selain dirinya dan Edea.

“apa mungkin… Eliza?”

TO BE CONTINUED

No comments:

Post a Comment